Monthly Archives: August 2019

  • 0

MLM: HALAL ATAU HARAM?

Belakangan ini bisnis MLM ramai diperbincangkan mengenai halal atau haramkah. Terlebih saat ini semakin banyak perusahaan MLM baru bermunculan. Polemik yang berkembang kemudian diluruskan oleh PBNU, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) & APLI dalam dialog interaktif yang dilakukan beberapa waktu lalu. Berikut kesimpulannya.

Selanjutnya dalam Fatwa No: 75/DSN MUI/VII/2009 yang di tandatangani oleh Ketua DSN MUI DR. KH. Sahal Mahfudz dan Sekretaris KH. Drs. Ichwan Sam pada tanggal 25 Juli 2009 dijelaskan 13 syarat bagi Multi Level Marketing yang dibolehkan (Halal) sebagaimana akan dijelaskan pada lampiran 1.

Apabila mencermati uraian tersebut, maka jelas pendapat hasil sidang pleno Munas Alim Ulama Nahdatul Ulama (NU), yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis tanggal 27 Februari 2019, pendapat HM Cholil Nafis Lc Ma, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PBNU dan Fatwa No : 75/DSN MUI/VII/2009 di tandatangani oleh Ketua DSN MUI DR. KH. Sahal Mahfudz dan Sekretaris KH. Drs. Ichwan Sam pada tanggal 25 Juli 2009 tersebut diatas maka sejatinya telah sesuai dan sejalan dengan hukum positif di Indonesia telah mengatur dan memberlakukan kegiatan bisnis MLM, antara lain berdasarkan syarat-syarat dalam Permendag No.32 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perdagangan dengan sistem Penjualan Langsung (Lampiran 2).

Dengan demikian maka jelas kegiatan yang DIHARAMKAN berdasarkan hasil sidang pleno Munas Alim Ulama Nahdatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis tanggal 27 Februari 2019, pendapat HM Cholil Nafis Lc Ma, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PBNU dan Fatwa No : 75/DSN MUI/VII/2009 di tandatangani oleh Ketua DSN MUI DR. KH. Sahal Mahfudz dan Sekretaris KH. Drs. Ichwan Sam pada tanggal 25 Juli 2009 tersebut adalah perbuatan Money Game (Skema Ponzi) yang berkedok MLM. Bukan MLM yang dijalankan sesuai peraturan berlaku, dimana kegiatan Money Game tersebut dijalakan bukan dari hasil kegiatan penjualan Barang. Kegiatan usaha itu memanfaatkan peluang keikutsertaan mitra usaha untuk memperoleh imbalan atau pendapatan terutama dari biaya partisipasi orang lain yang bergabung kemudian atau setelah bergabungnya mitra usaha tersebut.

Oleh karena itu dalam hal ini perlu adanya kesamaanvisi, misi dan persepsi bagi Ulama dan Umara (Pemerintah) untuk memilah dan menginformasikan bahwa bisnis MLM yang sesuai peraturan perundang-undangan adalah “HALAL”, sedangkan bisnis Money Game (Skema Piramida) yang berkedok MLM adalah “HARAM”. Hal ini sangat diperlukan, mengingat sebagian masyarakat Indonesia adalah beragama Islam dimana dalam kehidupannya sangat mempedomani pendapat Ulama. Apabila terdapat pendapat yang tidak sama, maka dikhawatirkan akan berdampak pada gejolak yang pro dan kontra di masyarakat, dan berdampak pula bagi kelangsungan jutaan masyarakat Indonesia yang bergantung hidupnya dari kegiatan usaha/bisnis MLM ini.